Pada 24 Oktober 2024, bertempat di Hotel Grand Senyiur Kota Balikpapan, digelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Se-Kalimantan Timur. Acara ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur dan sejumlah perangkat daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini dan pencegahan konflik sosial di wilayah Kalimantan Timur. Rapat koordinasi ini diadakan untuk memastikan bahwa tim terpadu, yang terdiri dari berbagai elemen pemerintah dan masyarakat, dapat bekerja secara sinergis dalam menangani potensi konflik sosial. Kepala Kesbangpol Kaltim, Sufian Agus, menyampaikan pentingnya koordinasi antar instansi dan organisasi masyarakat (ormas) dalam menjaga kondusifitas di daerah ini. Beliau mengingatkan bahwa konflik sosial seringkali berawal dari isu-isu kecil yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Salah satu tujuan utama rapat ini adalah untuk memperkuat peran ormas sebagai ujung tombak dalam deteksi dini konflik sosial. Mengingat bahwa banyak konflik yang berpotensi muncul di masyarakat dapat dipicu oleh ketegangan antar individu atau kelompok, Sufian menekankan bahwa sinergi antara instansi pemerintah, ormas, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah eskalasi konflik. Selain itu, rapat ini juga membahas pentingnya kolaborasi dalam merespon berbagai potensi gangguan sosial, baik yang bersifat politis, etnis, maupun agama. Peran tim terpadu ini sangat vital dalam memfasilitasi penyelesaian konflik secara damai melalui upaya rekonsiliasi dan pemulihan pasca-konflik. Sejalan dengan itu, rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Timur, serta menciptakan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Dalam konteks ini, peran serta masyarakat dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik menjadi sangat penting. Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang pertemuan antar instansi, tetapi juga sebagai sarana untuk memupuk kesadaran akan pentingnya pengelolaan konflik sosial secara profesional. Dengan adanya koordinasi yang baik antar pihak terkait, Kalimantan Timur diharapkan dapat terus menjaga ketenteraman dan kondusifitas di tengah keberagaman yang ada