Balikpapan, 3 Agustus 2024 – Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Kota Balikpapan menjadi saksi momen bersejarah bagi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Balikpapan tahun 2024 dalam acara pelepasan tas pemberat. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 06.00 WITA ini menandai berakhirnya salah satu tahap paling menantang dalam proses seleksi dan pelatihan calon Paskibraka.
Ujian Ketahanan Fisik dan Mental
Selama dua bulan terakhir, para calon Paskibraka telah menjalani latihan dengan membawa tas berisi pasir seberat 5 kg untuk putra dan 3 kg untuk putri. Pemberian beban ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan fisik, membentuk postur tubuh yang ideal, dan menguji mental para calon pengibar bendera pusaka. “Tas pemberat bukan sekadar beban fisik, tetapi juga simbol mental dan dedikasi mereka. Selama dua bulan, mereka berlatih, berangkat sekolah, bahkan melakukan aktivitas sehari-hari dengan tas ini,” jelas Koordinator Pelatih Paskibraka Kota Balikpapan.
Rangkaian Acara Penuh Makna
Acara pelepasan diawali dengan apel pagi dan dilanjutkan dengan prosesi pelepasan tas pemberat oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan didampingi perwakilan TNI/Polri dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Balikpapan. Setiap calon Paskibraka maju satu per satu untuk melepaskan tas pemberat mereka, disambut tepuk tangan meriah dari rekan-rekan dan keluarga yang hadir. “Pelepasan tas pemberat ini memiliki makna mendalam. Ini bukan berarti perjuangan mereka telah selesai, melainkan mereka telah siap memasuki tahap latihan yang lebih intensif menuju pengukuhan Paskibraka,” ujar Kepala Dispora dalam sambutannya.
Cerita di Balik Perjuangan
Dua bulan mengenakan tas pemberat telah meninggalkan kesan mendalam bagi para calon Paskibraka. Rama Aditya, salah satu calon dari SMAN 2 Balikpapan berbagi, “Awalnya sangat berat dan canggung. Tapi lama-kelamaan tas ini menjadi bagian dari diri kami. Justru sekarang rasanya aneh ketika tidak memakainya.” Sementara itu, Nur Fadilla dari SMK Negeri 1 Balikpapan menambahkan, “Tas pemberat mengajarkan kami tentang ketahanan dan konsistensi. Kami belajar bahwa untuk mencapai sesuatu yang besar, diperlukan pengorbanan dan kerja keras.”
Evaluasi dan Tahap Selanjutnya
Selama periode penggunaan tas pemberat, tim pelatih melakukan evaluasi rutin terhadap perkembangan fisik dan mental para calon Paskibraka. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal postur, ketahanan, dan kedisiplinan. “Dibandingkan dua bulan lalu, mereka sekarang lebih tegap, lebih kuat, dan lebih siap secara mental. Ini adalah modal penting untuk menghadapi pemusatan latihan yang akan dimulai minggu depan,” ungkap dari tim kesehatan Paskibraka.
Persiapan Menuju Puncak
Usai pelepasan tas pemberat, para calon Paskibraka akan menjalani masa jeda selama dua hari sebelum memasuki tahap pemusatan latihan di Bukit Damai Indah Town House. Selama pemusatan, mereka akan menjalani latihan intensif meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), Tata Upacara Bendera (TUB), dan materi-materi lainnya. “Pelepasan tas pemberat ini menandai dimulainya babak baru. Kami berharap pengalaman menggunakan tas pemberat telah membentuk karakter mereka menjadi calon Paskibraka yang tangguh, disiplin, dan siap memberikan yang terbaik untuk Kota Balikpapan,” tutup Ketua PPI Kota Balikpapan.