Kesbangpol Balikpapan

Aksi Mogok Damai Pengemudi Angkot: Pemkot Balikpapan Sampaikan Kepedulian dan Solusi Transportasi

17 Juli 2024, Kota Balikpapan diwarnai dengan aksi mogok damai yang dilakukan oleh Aliansi Pengemudi Angkot. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap operasionalisasi Bus Balikpapan City Trans yang dirasa mengancam keberadaan angkutan kota. Namun, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Asisten Tata Pemerintahan Setdakot dan Kepala Dinas Perhubungan dengan cepat merespons dan menyampaikan kepeduliannya terhadap para pengemudi angkot serta pentingnya peran angkutan kota dalam mendukung mobilitas masyarakat. Keberadaan angkutan kota memiliki sejarah panjang di Balikpapan, dan fungsinya dalam mendukung berbagai aspek kehidupan masyarakat tidak bisa dipungkiri. “Peran angkot sebagai salah satu moda transportasi publik tetap penting,” ujar salah satu pejabat Pemkot. Angkot merupakan tulang punggung transportasi sehari-hari bagi banyak warga, terutama mereka yang tinggal di kawasan yang belum terjangkau transportasi modern seperti Bus Balikpapan City Trans.

Namun, operasional Bus Balikpapan City Trans bukanlah semata untuk mengurangi peran angkot, melainkan bagian dari uji coba program yang didorong oleh Kementerian Perhubungan sebagai persiapan menyambut Ibukota Nusantara (IKN). Bus ini diharapkan menjadi solusi transportasi modern yang ramah lingkungan dan berkapasitas besar, yang nantinya dapat melayani berbagai tamu negara dan aktivitas besar lainnya, terutama pada saat perayaan HUT Proklamasi Republik Indonesia di IKN pada Agustus 2024. Pemerintah Kota Balikpapan telah menyepakati penghentian sementara uji coba operasional Bus Balikpapan City Trans hingga akhir Juli 2024. Keputusan ini diambil setelah dialog dengan berbagai pihak, termasuk perwakilan trayek angkot, Syarikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI), dan Forum Pengusaha Angkot. Diharapkan, penghentian sementara ini bisa memberikan ruang diskusi lebih lanjut untuk mencari solusi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Meskipun demikian, Pemkot Balikpapan menekankan pentingnya pemahaman masyarakat bahwa pengoperasian kembali bus tersebut akan sangat diperlukan dalam rangka mendukung berbagai kegiatan nasional, termasuk perayaan HUT Proklamasi di IKN yang berlangsung mulai 1 hingga 20 Agustus 2024. Tamu-tamu negara yang datang ke Balikpapan akan membutuhkan sistem transportasi yang memadai, dan keberadaan Bus City Trans adalah langkah penting menuju pemenuhan kebutuhan tersebut.

Selain itu, Pemkot Balikpapan juga berharap masyarakat dapat lebih menyadari pentingnya penggunaan transportasi umum. “Ini bukan hanya soal angkot atau bus, tapi soal bagaimana kita membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan,” kata Kepala Dinas Perhubungan. Pemkot menilai, setiap instrumen transportasi yang dibangun, baik angkot maupun bus, memiliki peran penting masing-masing dalam melayani mobilitas masyarakat. Apresiasi terhadap pembangunan infrastruktur transportasi harus diberikan kepada seluruh organisasi dan pihak yang terlibat. Ke depan, upaya untuk meningkatkan pelayanan transportasi di Balikpapan membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, operator angkutan, hingga masyarakat sebagai pengguna. Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa dengan sinergi yang solid, kota ini bisa mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan kota, terutama sebagai gerbang utama menuju Ibukota Nusantara.

Semoga melalui kerjasama yang baik, mogok damai ini dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Masyarakat diharapkan juga dapat mengapresiasi dan mendukung pengembangan transportasi yang lebih modern, aman, dan nyaman di Kota Balikpapan, sehingga tercipta kenyamanan mobilitas bagi semua kalangan.

Facebook
LinkedIn
X
WhatsApp